Showing posts with label Quotes. Show all posts
Showing posts with label Quotes. Show all posts

7/12/2018

Wobble.. Bobbleblaw..



I almost forgot
    how to let go
  of things that
       broke my breath

I almost forgot
     how to forgive
         things that
    stabbed my chest

I almost forgot
     how to deal
   with the misfortune
           that is often
       hold me in

I almost forgot
     how to see
   the world that
       I often trying
          to be grateful
     of,   but
             things seems
          would not be
        enough
        
I almost forgot
    how to paint
  a smile in 
        a life that
      is full of 
    miserable.

If only you,
    read this writings
   I want to
       thank you for
     giving a space
         to hear my
      thoughts
  when I just
          wishing that none
    of them are
      real.

Before you go
       leaving this page
  and maybe not
         coming back,  I
     have a simple
   question for you
     to answer.

will you,
        help 
     to paint me
        a smile ..? 
     



July, 12th 2018



-Azmeirina-

3/10/2018

Mamah



Halo semuanya! It’s been almost one year since my last post. Kalau tahun lalu gue masih dealing sama urusan lokasi penelitian skripsi, sebentar lagi insya Allah gue akan melaksanakan sidang skripsi *YEAY!* seluruh persiapan Alhamdulillah sudah matang, draft, presentasi, semua udah oke. Cuma, penguji gue Prof. Zainal sibuk banget, tapi kemarin udah acc beliau untuk tanggalnya. Jadi, ditunggu aja ya tanggal mainnya :P

Anyway, kalau kalian baca judul post gue yang kali ini, iya gue mau cerita soal “Ibu” atau yang gue pribadi menyebut nyokap dengan panggilan “Mamah”. Kenapa sih gue pengen bahas soal ini? Lanjutin aja ya bacanya sampai selesai hehehehe. Kebetulan juga, kali ini gue lagi pengen santai, jadi ngga formal ngga apa-apa ya.

Sebelumnya, gue yakin seluruh orang di muka bumi ini, punya sosok seorang Ibu. Entah mereka mengagumi Ibunya atau tidak, tapi pasti, mereka punya Ibu. Nggak sedikit juga dari banyaknya orang yang bahkan belum pernah bertemu dengan Ibu nya, entah karena Ibu nya meninggal ketika melahirkan, atau “meninggalkan anaknya” karena alasan yang lain.

Alhamdulillah, sampai di usia 22 tahun ini, gue dapat bertemu dengan nyokap gue setiap hari. Dulu waktu kecil, gue sering kesal dan nggak suka sama nyokap, karena terkesan terlalu mengekang dan memberi banyak aturan. Tapi ya namanya anak kecil, ketika gue nggak suka sama nyokap, yang gue lakukan hanya bisa menangis. Dulu di mata gue, nyokap gue itu galak banget. Dikit-dikit  marah, dikit-dikit nyentil. Gue sering merasa “selalu salah” di depan nyokap. Pokoknya dulu semasa sekolah, gue sering kesal sama nyokap.

Tapi semakin gue bertambah usia, gue semakin mengerti, bahwa apa yang nyokap lakukan, ternyata semata demi kebaikan gue. Dari SD sampai SMA kelas 1, handphone gue sering disita nyokap karena dianggap merusak konsentrasi belajar. Gue kesal banget saat itu, gue ngadu ke guru, gue nangis. Gue merasa kayak dikekang (kalo diinget-inget alay banget ya?). Tapi ternyata apa yang nyokap lakukan membuahkan hasil, gue bisa punya prestasi di sekolah. Itu semua nggak lepas dari campur tangan nyokap dalam mendidik gue.

Beberapa tahun terakhir, khususnya saat mulai kuliah, intensitas komunikasi antara gue dan nyokap semakin meningkat. Gue semakin merasa “butuh” untuk ngobrol sama nyokap terutama saat sepulang kuliah, segala penat yang gue rasakan kayanya bisa lepas hanya dengan ngobrol sama nyokap. Semakin lama, ada sesuatu yang nggak gue sadari, rasa ketidaksukaan gue ke nyokap semakin berganti menjadi rasa kagum. Setiap gue ngobrol, bertukar pikiran, atau curhat, gue sering kali cuma bisa senyum melihat betapa tangguhnya wanita di depan gue ini. Sampai akhirnya, gue menjadikan nyokap sebagai role model gue.

Semakin ke sini, perbincangan hangat antara gue dan nyokap semakin menjadi candu. Gue dan nyokap menjadi semakin lebih luwes untuk berbincang tentang satu sama lain. Kami berdua sering kali menghabiskan waktu berjam-jam hanya untuk bicara tentang apa saja, yang paling sering, jadi telat tidur karena terlalu seru membahas ini itu, bisa sampai jam 1 atau 2 pagi sambil ngopi dan ngemil berdua di ruang keluarga.

Gue juga pernah jadi telat berangkat ke kampus karena saat sarapan gue ngobrol dulu sama nyokap, atau nyokap yang terlambat berangkat karena mau cerita-cerita dulu. Tapi ternyata, sekarang secara perlahan gue mulai sadar, bahwa di balik setiap detik yang terlambat, ada sebuah ikatan yang terjalin semakin erat. Hubungan gue dan nyokap semakin lama semakin dekat, bahkan mungkin jauh lebih dekat ketimbang saat gue masih kecil dulu.

Mungkin gue belum sempat bilang ke nyokap, tapi gue udah berjanji ke diri gue sendiri, bahwa gue ingin membuat nyokap bahagia.



If only you read this, I love you so much Mamah.




March, 10th 2018
Warmest regards,



-Azmeirina-

4/01/2017

Aqua & Vanilla




What happened between us,

will always be something to be kept.
To be learned as a lesson, and to be exactly remembered.
That we've done something good together.
Even the worst ones taught us,
about the better version,
of you, of me, of the world.
For one month short or long,
I've finally realized the truth.
We are walking on a different path now,
for our own reasons,
for our own happiness.
So there were you and me.
No more us.
No more Aqua and Vanilla.



March, 28th 2017




-Azmeirina-

2/23/2017

What if?



I think we should live separately from each other,
Move so far away until the shadows are gone,
Forget all the laughter above the pillow,
Washout all the kisses below the blanket,
Leave all those pretty things behind,
And then we off to go,
To a place we say goodbye.

But I have questions to be answered,
What if we would never meet again?
Or, what if our path would cross again?
Would we tie the knot and share the breath till the death?



February, 23rd 2017



-Azmeirina-

1/15/2017

Pernah Tidak

Tidak pernah merasa dekat.
Tidak pernah merasa hangat.
Tidak pernah merasa sama.
Tidak pernah merasa lagi.



Tidak pernah sebelum-nya.



A//
January, 15th 2017
-Azmeirina-

7/16/2016

Kota Tua

Aku berkelana ke kota tua
Melewati senja hanya berdua
Bercerita tentang segala apa
Menikmati malam yang tanpa arah
Meski hati pun tetap satu arah.

A//
July, 16th 2016
-Azmeirina-

Life.

Do you ever wonder about having the worst point in your life? I guess everybody must have wondered about it, or maybe felt those kinda worst point that you can call it such a nightmare.

For me personally, walking throughout the "nightmare" of my life has been one of the most wonderful journeys I ever done. When I was younger, I often thought that I'm a bad person (well, sometimes I'm still thinking that I'm bad thou)  and probably got jealous with some of my friends or family when they can reach or have what they want, at the same time it was so hard for me to have what I want. I called myself the poor girl who couldn't have what she wants.

But as I grow up, I start to think that I'm not poor at all. I need to struggle, fight, pull my effort to the limit, to reach or have what I had been dreaming of. With every single thing I had done with it, I feel rich with experiences. Ever since that time, I knew that every problem, nightmare, lowest point, is something that gonna makes me richer than before, because there is always something better behind something we called "the worst".

You know? God has prepared something much better than we expected. So whenever we got problems, all we have to do are try to solve the problems, and always be grateful of everything. I'm pretty sure after we do those 2 steps above, we gonna live happily ever after.

Ka, - Ku, - Ki

Ketika surya membakar peluh,
Aku tersenyum.
Aku tahu ini cara-Nya membuatku bersyukur,
Meski penat pun lelah

Ketika angin membawa senja,
Aku terhenyuh.
Aku tahu ini berkah dari-Nya, untukku tetap bersyukur,
Meski tak lagi dirasa hangat

Ketika sabit mengganti hari,
Aku terpaku.
Aku yakin ini jawaban-Nya, kata-Nya ini baik.
Meski esok tak akan sama lagi.

A//
July, 16th 2016
-Azmeirina-

9/27/2015

Rasa

Sejak kapan rasa itu ada.

Sejak saat itu.


Lalu kapan rasa itu hilang.

Ketika kita menghendakinya pergi.

12/27/2014

Mind and Soul


"Surtout, pense pas de mal de moi de mon romantisme. T'aimer, si fort toujours si lain dans la folie tu vois" 

12/15/2014

MORTUI VIVOS DOCENT

Banyak orang bilang,
Kesembuhan datang darinya
Namun ku bilang,
Kesembuhan datang dari Tuhan

Dia bukan dewa, bukan juga Fortuna
Dan tak lebih dari keturunan anak cucu Adam
Buat apa kau jumawa jika Tuhan yang berkehendak?
Tak ada padamu kuasa atas segala, tak juga mencabut atau menghidupkan nyawa

Engkau bukan pemimpin,
Yang tak seharusnya berorasi
Engkau bukanlah penyair,
Yang tak seharusnya berkilah lidah

Bersyukurlah kau pada Tuhan
Karena-Nya atas amanah yang kau emban
Karena-Nya kau beramal
Ikhlaslah, kawan.


A//
December, 15th 2014
-Azmeirina-

5/20/2011

HEARTLESS.
No more illegal, and never been legal.

5/03/2011


Nothing hurts more than being dissapoited by the single person you thought would never hurt you

4/21/2011


When you lose something you can't replace
When you love someone but it goes to waste
Could it be worse?
When you're too in love to let it go
But if you never try you'll never know

4/14/2011

To love is nothing. To be loved is something.
To love and be loved is everything.
Hello! I'm back from my bed after had a little bit nap. Today was fun, full of happiness, full of joy, unpredictable, memorable, maybe I won't forget even a little things. After school, I took a nap and started to tumblring. I found some quotes like this one:
"It's amazing how someone can break your heart, but you still love them with all the little pieces."
Btw, this is so damn true.

4/01/2011

so sweet :'



"But I guess if I love you... I should let you move on"

aaaah :'''''